Meretas Arah Baru Kepemimpinan Nasional

Asa Mahasiswa Beri Solusi Soal Pendidikan [Agama dan Pendidikan] dan Pengangguran

Kita sebagai keluarga besar Mahasiswa sangat diharapkan untuk merapatkan barisan dalam mengatasi permasalahan bangsa, terutama mengenai pengangguran yang kini mencapai 800 ribu orang sebagai akibat sistem pendidikan yang ada hanya menciptakan pekerja dan bukan SDM yang kreatif.

Sistem pendidikan kita yang ada saat ini hanya dapat menciptakan orang sebagai pekerja, bukan SDM yang kreatif. Dari lubuk hati yang paling dalam pada malam puncak tertulisnya wacana “Meretas Arah Baru Kepemimpinan Nasional” ini ke depan.

Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus dapat membawa bangsa ini tertinggal dengan bangsa-bangsa lainnya. Oleh sebab itu, mari kader Mahasiswa untuk turut serta mengubah sistem pendidikan yang ada, dengan cara mengubah pola training yang selama ini dilakukan kepada adik-adik tingkatnya.

Organisasi Mahasiswa telah memberikan kontribusi luar biasa dan alumninya banyak menjadi orang besar. Namun dengan mengubah sistem training ke konsep yang lebih kreatif, Yakin Usaha Sampai akan lahir kader-kader insan cita yang mahir di berbagai bidang.

Selain banyaknya sarjana yang tidak mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimilikinya, perkembangan (International Teknologi) IT yang sangat cepat, globalisasi dan perdagangan internasional juga mempengaruhi SDM yang dibutuhkan di industri dan perusahaan baik dalam sorotan skala nasional maupun multinasional di belahan tanah air.

Kini banyak pekerja, lulusan Peguruan Tinggi, tidak terpakai di banyak perusahaan karena lahan pekerjaannya sudah dapat dilakukan dengan menggunakan IT. Misalnya 20 tahun lalu masih dibutuhkan juru tulis (clerk) tapi dengan hadirnya IT tidak diperlukan lagi.

Kondisi seperti ini telah membuktikan sistem pendidikan yang ada hanya menciptakan pekerja. Untuk itu perlu adanya perubahan di sistem pendidikan, dimana pendidikan di Indonesia terlihat terlalu banyak aturan, menyebabkan siswa tidak berkembang (tidak kreatif).

Perlu diterapkan pendidikan yang bebas, tidak diikat oleh sistem, seperti sekolah anak jalanan membuat anak-anak tersebut kreatif karena sangat bebas tidak ada aturan apapun yang mengikat mereka. Orang kreatif dapat melihat sebuah masalah menjadi peluang, seperti di Singapura sudah banyak sekolah yang memberikan kesempatan kepada individu untuk berkembang.

Sementara, Organisasi Mahasiswa mempunyai tujuan mempertahankan dan mewujudkan kemerdekaan. Nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan ditambah kecendikiawan menjadi landasan keluarga besar organisasi – organisasi Mahasiswa, baik organisasi intra dan ekstra kampus.


Oleh sebab itu berharap kepada anggota organisasi-organisasi mahasiswa untuk betul-betul menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam dan luar kampus Maupun dalam bermasyarakat dengan lingkungan sekitar (renungkanlah sahabat generasi mudaku!!!!!). =======================(Youda Zoedien’Z)======================

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s