Be Te We…………….

Tidak jelas apa maksudnya pertanyaan ABOUT ME, tapi biasanya sebagian besar pengguna friendster mengisinya tentang kepribadiannya, semisal suka marah, suka senyum, suka selingkuh, dll. Jarang ada yang menuliskan tentang fisik, seperti yang di koran – koran esek – esek itu,”saya punya tinggi 165 cm, berat 45 kg, mata sipit, ukuran celana 28, kulit putih mulus, dlll.

Nah, disinilah kebingungan saya, siapa sebanarnya itu ABOUT ME ?, fisik atau kepribadian. Terus terang saya jadi kurang sreg dengan pertanyaan itu.

Bukan karena apa yang ditanyakan tidak langsung pada pokok permasalahan, seperti berapa dalam punya kamu atau berapa ukuran dada kamu, yang dewasa ini menjadi sebuah topik relevan. Tapi karena apa yang dijadikan standar jawaban itu emang tidak ada bakunya.

Dulu saya sempet berpikir bahwa kepribadian itu dapat dijelaskan bagitu juga dengan fisik, bahkan orang bisa menilai Dewi Sandra itu cantik ketimbang OMAS. Tapi segalanya berubah saat saya pergi survey penduduk di daerah gudang ilmu dan bertemu dengan yang namanya Bu Ku.

Alkhisah ngobrolah saya dengan yang namanya Bu KU, karena baru kenalan maka pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah siapa namanya. Setalah ngobrol panjang lebar dan ngalor ngidul, mulai dari ngomongin artis miskin ibu kota (itu lho yang kalau tampil di majalah gak punya busana) hingga artis mancanegara, dari pejabat desa hingga pejabat negara.

Setalah lama ngobrol sampailah pada poin utamanya, yaitu survey penduduk. Pertanyaan demi pertanyaan yang saya ajukan dan dijawab oleh Bu KU dengan lancar, deras bak air yang mengalir. Tapi tiba – tiba beliaunya berhenti sejenak, terlihat mikir sesekali mengelap air keringat di dahinya. Saya pun bertanya,
kenapa Bu ko’ diam, apa ibu tiba – tiba sakit ? ”. Si Ibu tampak gelisah dan bingung, “ Tidak Dik, Saya lagi bingung dengan pertanyaan sampean, apa maksudnya sampean menyuruh saya menjelaskan siapa saya ? ”. “Lho itu kan pertanyaan sederhana to bu’, ibu tinggal jawab saja tentang sifat Ibu, semisal saya itu orangnya baik, suka menolong kan gampang to”, celetuk ku..

“Lha itu yang aku bingungkan dik”, tambahnya. Ya kalau gitu Bu Ku tinggal menjelaskan tentang fisik ibu, semisal, “saya itu orangnya cantik lho”, pokokya seperti itulah. Si Bu Ku tertawa dan menepis, “Hemmmm, anak – anak sekarang tahunya pokoknya, instan banget. Saya itu bingung karena kepribadian, kecantikan atau jelek itu sifatnya Ndak Tentu. NDAK TENTU dik ”. Saya kembali bertanya, Lho Ko’ Bisa ?, Coba ibu jelaskan, karena ini penting menyangkut cara pandang saya saat pilpres nanti. Soalnya banyak tokoh – tokoh politik yang menjelaskan siapa dirinya”.

“bisa – bisa aja begitu ?’’

“Dengar dik, kalau sifat orang itu bisa dijelaskan tanpa ada parameternya artinya sifat tersebut tetap. Begitu juga dengan cantik atau jelek, apa parameternya disebut cantik, berapa lebar matanya, berapa tebal alisnya, berapa lebar mulutnya, ukuran rambut dan jenisnya dan masih banyak lagi misalnya “.

“Kalau mau jujur, sifat saya itu Ndak Tentu, kalau pas dapat uang yang seneng kalau pas harga sembako naik ya DANCUK itu pemerintah”.

“Stop bu, kenapa ibu misuh ??”.


Bu Ku menjawabnya dengan santai, “emang kenapa lha misuh itu juga hukumnya Ndak Tentu juga to”.

“Gini lho, kalau adik bilang sifat adik semisal suka tersenyum, sabar, baik hati, yang jadi pertanyaaan kepada siapa, kepada semua orang?, lha bagimana jika ternyata temen adik itu mengejek – ejek sampean, apa tetep sabar?, kan ndak to ada batas – batasnya dan parameternya ?”.

“Nah parameter – parameter itulah yang sulit dijelaskan, dan kalau bisa dijelaskan pun butuh waktu yang lama dan berlembar – lembar”.

“Coba adik renungkan, Sandra dewi itu cantik atau gak?”. saya pun menjawabnya, “Ya cantik lah”. Bu Ku kembali bertanya, “Kalau gitu bagaimana atau mengapa orang bisa disebut cantik, apa matanya dua, atau senyumnya mirip sandra dewi tapi mukanya mirip OMAS, atau barangkali yang mirip Cuma rambutnya atau semua yang mirip sandra dewi itu cantik ?”.

Akupun terdiam karena bingung juga.

“itulah dik, ketika sampean mengatakan cantik sebenarnya dalam otak kecil sampean sedang memberikan perbandingan dengan yang lainnya sehingga muncul itu kata cantik. Begitu juga dengan sifat, terkadang orang yang baik pun bisa menjadi bringas jika jiwanya terancam, seperti buruh pabrik yang khawatir tidak makan makanya kalau Demo nya tidak di tanggapi ya menjadi brutal”.

“itu semua sudah mejadi ketetapan alam, semua silih berganti sesuai dengan kondisi, atau orang filsafat mengatakan Hidup Itu sebenarnya DIALEKTIKA, kalau orang jawa mengatakan Cokro manggilingan. Nah sebab itu, saya harap adik mau memahami jika pas pertanyaan yang satu ini belum mampu saya jawab”.

Saya pun teringat kata ABOUT ME yang di Friendster saya.

– YouDa ZoeDien’Z –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s