Tembok Besar itu “Berhasil” menggagalkan IW

Sebuah kenyataan pahit lagi-lagi mesti diterima KM(Keluarga Mahasiswa) ITS, setelah melakukan berbagai upaya untuk tetap berjuang agar IW08 tetap terlaksana pada 12-14 Desember namun Otoritas birokrasi yang “***” berhasil menggagalkan impian KM ITS. Sebuah  kenyataan yang terpaksa diterima KM ITS, saya berfikir ini tidak adil, kenapa? pertama, coba teman-teman bayangkan Pelatihan SC IW08 yang telah dilaksanakan oleh BEM ITS beberapa bulan yang lalu, dengan jelas PR III memberikan izinnya, jika pada akhirnya beliau tidak mengizinkan IW08 tapi mengapa pelatihan IC08 diizinkan. Kedua,  pihak birokrasi pada awalnya memberikan sinyal positif pada kegiatan IW ini bahkan ingin mencarikan pembicara-pembicara yang sangat berkualitas. Namun ketia pelaksanaan IW tinggal 10 hari lagi, PR III tidak mengizinkan IW08 dengan alasan karena “Media”  sedang menyoroti  ITS secara buruk terkait  masalah-masalah  yang sedang terjadi belakangan ini, saya berfikir itu bukanlah sebuah alasan yang berdasar, kenapa ITS tidak menjadikan momen IW08 ini sebagai penangkal bahwa ITS mampu membuat suatu kegiatan yang berobjek maba tapi berjalan dengan sukses tanpa adanya pelanggaran bahkan justru menghasilkan KEINTEGRALAN ITS.

Forum presidium yang dilaksanakan pada jam 19.00 tanggal 11 desember 2008, berjalan sangat alot, sehingga presidium itu berakhir pada pukul 23.30, sebuah presedium terlama dan paling bulet yang pernah saya ikuti. Pada forum presidium itu teman-teman yang semangat untuk melaksanakan IW pada 12-14 harus berfikir ulang ketika ingin tetap maju yang berarti melanggar keputusan ITS, karena terkait ada 2 orang yang telah diancam akan dikeluarkan dari ITS jika tetap memaksa untuk mengirimkan mabanya pada acara IW, sedangkan sebelumnya disepakati bahwa jika satu saja HMJ tidak bisa mengikuti IW maka IW tidak akan dilaksanakan. Maka walaupun  pada  awalnya show  off  berhasil  dilaksanakan, namun berdasarkan pertimbangan presidium maka akhirnya IW08 Ditangguhkan, dengan kesepakatan para pimpinan ormawa-ormawa di ITS untuk menandatangani sebuah MOU yang menyatakan bahwa seluruh HMJ dan DOP brsedia memberikan space waktu kedepan untuk melaksanakan IW ataupun kegiatan sejenisnya.

inilah sebuah bentuk pengekangan, apakah mungkin ini salah satu bentuk NKK/BKK modern yang dulu pernah diterapkan?

teruslah tegakkan panji2 itu teman, yakinlah bahwa kebenaranlah yang sedang kita perjuangkan!!!

(SBU 12-12-08; 21:49)

4 thoughts on “Tembok Besar itu “Berhasil” menggagalkan IW

  1. tetep semangat. berjuang nek ga ono tantangane ga enak cak. ga ono sing iso dadi crito. coba dicari alternatif lain yg bisa meng-integralkan ITS. ganti nama ganti metoda tapi tujuan tetep. emang ITS disorot apa cak? gara2 video iku ta?
    ——————————————————————————-

    Yup mas… masalah konsep dan segalanya untuk tetap memperjuangkan keintegralan ITS masih dalam pembahasan Dewan Presedium ITS. penyorotan media terkait masalah yang mas sampaikan juga, lalu 2 kali pernah diberitakan di “Jawa Pos” mengenai masalah “pemukulan Maba di T.Mesin ITS”.

  2. Sepakat… Perjuangan tanpa ada tantangannya, ga ada fillnya gitu lo,hehehe….

    Mahasiswa adalah simbol perubahan, teruslah bergerak selama darah masih menalir… teruslah tegakkan kebenaran tuk lawan tirani…

    Hidup Mahasiswa

  3. Hidup adalah Kesempatan…

    Raihlah kesempatan itu selagi ada, raihlah kesempatan itu sehingga kamu tak mampu meraihnya lagi…

  4. cerita lama yang terulang..

    dulu sudah sering terjadi tentangan, tentangan, bahkan tahun lalu seorang presiden BEM ITS bersedia jadi jaminan pelaksanaan IW..
    tapi tentunya presiden sampai berani berbuat sejauh itu karena adanya backing yang kuat dari para staffnya, dari para petinggi KM ITS yang lain..

    dengan semangat yang sama..

    bukannya mau membandingkan..
    itu semua bagi saya cuma masalah komitmen..

    tanpa dana..
    waktu itu saya masih benar2 ingat bagaimana PSDM BEM ITS dibantu department lain mati2an nyari dana muali dari jadi penyedia training untuk anak smp sampe jualan mug dan kaos, bahkan OC pun sampai urunan..

    semangat itu..
    mental itu..

    satu lagi dari saya..
    okelah kita sekarang melihat suatu tembok yang sedemikian besar..

    ada beberapa opsi untuk itu:

    1. bila ada kemampuan untuk itu kita hancurkan saja temboknya.. kita hadapi dengan keras.. (tentunya dengan perhitungan yang matang bukan kenekadan yang konyol)

    2. kita loncati temboknya, dalam artian kita cari celah2 dimana kita masuk dan melaksanakan iw sesuai dengan apa yang kita mau tentunya dengan berbagai macam kompromi..

    3. kalau memang tidak mungkin untuk menghancurkan dan meloncatinya.. kita cari jalan lain.. lewat manapu salkna kita mencapai tujuan kita.. dalam hal ini tujuan kita adalah integralistik.. kita bisa lewat jalan lain.. bukan lewat iw, lewat pekan ilmiah mahasiswa baru, pekan seni dan olahraga maba, atau adanya bem maba seperti di IPB, jalan masih banyak kalau kita mau kreatif..
    kemasan boleh beda asal esensi sama..

    seperti juga camp ftk yang sudah tiada, bisa diwujudkan dalam bentuk pelayaran iptek, pra-td bareng, SE dan lain-lain.. asala kita dapet esnsinya yaitu integralistik ftk..

    demikian dari saya..

    VIVAT integralistik!!!!!

    di dunia kerja baju kita ITS.. bukan kelautan de el el..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s