Perayaan, Apa Pantas?

Pergantian tahun merupakan hal istimewa yang sudah diamini oleh semua penduduk bumi rapuh ini. Biasanya pergantian tahun dilewati dengan berbagai kegiatan, mulai dari pesta kembang api, hingga pesta sampai pagi. Jauh-jauh hari sebelum pergantian tahun baru, pemerintah juga sudah bersolek untuk mempercantik sudut-sudut kota, mulai dari kebersihan sampai meng-upgrade keamanan di seluk beluk kota. Sekolah-sekolah juga sudah meliburkan para murid, perguruan tinggi juga memberikan hari tenang kepada mahasiswa, lengkap sudah kemeriahan pergantian tahun di tahun 2011. Dengan kombinasi yang sempurna ini, tak terelakkan lagi, kota-kota dipinggiran kota metropolitan merupakan tempat yang sempurna bagi masyarakat metropolitan menghabiskan liburan. Lihat saja Bogor, daerah tersebut bahkan ditutup mulai pukul 18.00 (6 jam sebelum pergantian tahun), Begitu padatnya Bogor ketika tahun baru, hal yang serupa juga terjadi di kota Malang, perjalanan Surabaya–Malang yang biasanya ditempuh hanya 2,5 jam, bisa-bisa harus ditempuh selama 7 sampai 8 jam (seperti melakukan perjalanan dari Malang ke Situbondo). Bisa dibayangkan kepadatan yang terjadi di kota kecil tersebut.

Ketika terlontar pertanyaan “kenapa harus dirayakan?”, malah seabrek jawaban yang saya terima. ada yang menyatakan pergantian tahun baru itu merupaka momen tutup tahun, tahun baru merupakan momen istimewa bagi bumi karena bertambahnya usia bumi, karena tahun baru bertepatan dengan libur panjang, sampai jawaban tidak tahu atau ikut-ikutan juga ada. Bila momen tahun baru ini ditujukan sebagai usainya dekade panjang yang telah dilalui oleh setiap orang, maka apa bedanya dengan pergantian detik sebelum menjadi menit, apa bedanya pergantian menit sebelum menjadi jam? Toh itu juga merupakan pergantian, pergantian waktu. Nyatanya kita biasa saja melaluinya, tidak ada orang yang meniup terompet ketika bulan januari usai dan tidak ada orang yang pesta sampai pagi ketika minggu pertama telah dilewati di bulan Februari. Biasa saja, semua terjadi begitu biasa, bahkan terkadang kita lupa pada tanggal bulan dan hari, tapi kenapa ketika tahun baru seluruh penjuru negeri ini begitu antusias menyambutnya. Mungkin anda juga punya sanggahan tentang pernyataan saya, silahkan berdiskusi dengan pikiran anda masing-masing.

Hingar bingar tahun baru juga dilakukan dengan berbagai cara, entah dengan menyalakan ratusan bahkan ribuan kembang api, mendatangkan band papan atas, atau membuat event semacam party sampai pagi. Tengok saja Bali, pulau indah itu menyediakan tempat untuk melakukan pesta sampai pengunjung dapat “mati berdiri”, sepuasnya hanya untuk momen tahun baru. Begitu besarnya efek dari pergantian tahun.

Bersolek diri hanya untuk momen tahun baru, apa pantas? Apa pantas kita merayakan dengan angkuh bersolek, berlenggak lenggok, menghabiskan berkerat-kerat minuman untuk menghabiskan waktu malam itu, mengingat banyak kejadian yang membuat negeri ini mencatat sejarah pahit di tahun 2011, mulai dari kejadian Mesuji, Sampang, Sape, lumpur lapindo, korban TKI di negeri orang, Freeport, dan kasus korupsi yang tidak ada habisnya. Manusia memang sering melupakan hal-hal getir ketika dihadapkan oleh kesenangan, seakan-akan tak ada urusan penting untuk menengok sedikit hal-hal getir tersebut. Bukannya melarang melakukan perayaan untuk menutup tahun, tetapi terkadang merayakan dengan berlebihan juga dapat mengerdilkan rasa kemanusiaan yang kita punya. Tanpa kita sadari, telah timbul kecemburuan sosial ketika melakukan sesuatu dengan berlebihan. Kita takkan pernah tahu masyarakat di bantaran sungai atau di kolong jembatan manapun merayaka tahun baru dengan apa, mungkin hanya melongo melihat manusia cantik dan tampan, atau mengasihani nasib yang terlanjur susah. Silahkan Anda bertanya sendiri pada mereka.

Dengan bergulirnya tahun 2012, sejuta harapan mungkin memenuhi langit negeri ini, tentu dengan harapan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Begitu juga saudara kita yang berada di kawasan kumuh, mereka juga merangkai mimpi berharap langit bermurah hati pada nasib mereka, nasib yang selalu berada di bawah roda kehidupan. Dengan nyalanya ratusan kembang api, bergulir sudah tahun 2012, tahun yang akan menorehkan warna-warni sejarah baru, sejarah perubahan untuk bangsa.

Iklan

One thought on “Perayaan, Apa Pantas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s